Karakter Peserta Didik
Hai teman-teman…
bertemu lagi di blog saya.
Kali
ini, saya akan membahas tentang karakteristik peserta didik. Tahu kah kalian
mengapa seorang pendidik perlu memahami karakteristik peserta didik?
1. Karakteristik Peserta Didik
Menurut
kamus Echols & Shadily, individu adalah kata benda dari individual yang berarti
orang, perseorangan, oknum. Manusia diciptakan sebagai makhluk yang unik.
Masing-masing diberi kelebihan dan kekurangan. Tidak ada satu pun manusia yang
hanya memiliki sisi positif. Sebaliknya, tidak ada manusia yang hanya memiliki
sisi negatif. Keinginan untuk menjadi diri sendiri itu ada pada setiap manusia.
Maka setiap peserta didik yang berada dalam ikatan pendidikan dengan
pendidiknya adalah mereka yang kebebasannya ingin menjadi ”diri sendiri”.
Uraian
tentang manusia dengan kedudukannya sebagai peserta didik haruslah menempatkan
manusia sebagai pribadi yang utuh. Dalam kaitannya dengan kepentingan
pendidikan, akan lebih ditekankan hakikat manusia sebagai kesatuan sifat
makhluk individu dan makhluk sosial, sebagai kesatuan jasmani dan rohani, dan
sebagai makhluk Tuhan dengan menempatkan hidupnya didunia sebagai persiapan
kehidupannya diakhirat. Dalam kegiatan kependidikan, sasaran yang kita harapkan
akan menjadi orang dewasa adalah peserta didik, mereka menjadi tumpuan harapan
agar menjadi manusi yang utuh, manusia bersusila dan bermoral, bertanggung
jawab bagi kehidupan, baik bagi dirinya maupun bagi masyarakat.[9]
Dalam
bahasa Indonesia, makna siswa, murid, pelajar dan peserta didik merupakan
sinonim (persamaan), semuanya bermakna anak yang sedang berguru (belajar dan
bersekolah), anak yang sedang memperoleh pendidikan dasar dari sutu lembaga
pendidikan. Peserta didik adalah subjek utama dalam pendidikan. Dialah yang
belajar setiap saat.
Dalam
pengertian umum, anak didik adalah setiap orang yang menerima pengaruh dari
seseorang atau sekelompok orang yang menjalankan kegiatan pendidikan.sedangkan
dalam arti sempit anak didik adalah anak (pribadi yang belum dewasa) yang
diserahkan kepada tanggung jawab pendidik.
Setiap
peserta didik memiliki ciri dan sifat atau karakteristik yang diperoleh
lingkungan. Agar pembelajaran dapat mencapai hasil yang optimal guru perlu
memahami karakteristik peserta didik. Karakteristik bawaan merupakan
karakteristik yang dimiliki sejak lahir baik menyangkut faktor biologis maupun
faktor sosial psikologis Untuk
mengetahui siapa peserta didik perlu dipahami bahwa sebagai manusia yang sedang
berkembang menuju kearah kedewasaan memiliki beberapa karakteristik.
Beberapa
karakteristik anak didik yang perlu dipahami oleh pendidik terutama dalam
rangka melaksanakan praktek pendidikan, karakteristik tersebut antara lain
:[10]
1. Anak didik adalah subjek
2. Anak didik sedang berkembang
3. Anak didik hidup dalam “dunia” tertentu
4. Anak didik hidup dalam lingkungan
tertentu
5. Anak didik memiliki ketergantungan kepada
orang dewasa
6. Anak didik memilki potensi dan dinamika
Meninjau
dari beberapa karakteristik peserta didik tersebut, tugas pendidik adalah
memberikan berbaga jenis bantuan secara positif agar anak mampu mewujudkan diri
sebagai manusia dewasa.
Memahami karakteristik peserta didik merupakan hal yang sangat
penting guna tercapainya tujuan pembelajaran. Dalam kegiatan pembelajaran harus
ada ketersambungan komunikasi antara pendidik dengan peserta didik. Karena itu
pemahaman karakteristik peserta didik adalah sesuatu yang mutlak oleh pendidik
karena adanya bermacam-macamnya karakter yang membutuhkan penanganan dan
langkah yang berbeda. Untuk itu beberapa hal yang perlu kita fahami :
a. Karakteristik Individu
Individu berasal dari kata indivera yang berarti
satu kesatuan organisme yang tidak dapat dipisahkan. Individu merupakan kata
benda dari individual yang berarti orang atau perseorangan.
Setiap individu pasti mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan, karena itu
merupakan sifat kodrat manusia yang perlu diperhatikan. Perbedaan makna dari
pertumbuhan dan perkembangan adalah istilah pertumbuhan digunakan untuk
menyatakan perubahan kuantitatif mengenai aspek fisik atau biologis, sedangkan
istilah perkembangan digunakan untuk perubahan kualitatif mengenai aspek psikis
atau rohani. Dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya, manusia memiliki berbagai
kebutuhan yang dapat dibedakan menjadi kebutuhan primer dan kebutuhan sekunder.
Selain itu seiring usianya bertambah, kebutuhan individupun akan juga bertambah.
b. Karakteristik Individu Sebagai Peserta
Didik
Individu memiliki sifat bawaan (heredity) dan
karakteristik yang diperoleh dari pengaruh lingkungan sekitar. Menurut ahli
psikologi, kepribadian dibentuk oleh perpaduan faktor pembawaan dan lingkungan.
Karakteristik yang bersifat biologis cenderung lebih bersifat tetap, sedangkan
karakteristik yang berkaitan dengan faktor psikologis lebih mudah berubah
karena dipengaruhi oleh pengalaman dan lingkungan. Setiap peserta didik
memiliki karakteristik, yaitu Kehidupan individu yang utuh, lengkap, dan
memiliki ciri khusus/unik.
1. aspek emosional
2. aspek sosial psikologis
3. aspek sosial budaya
4. kemampuan intelektual
terpadu secara integratif terhadap faktor
lingkungan.
Karakteristik kehidupan pribadi bersifat khusus, dengan kata lain
tidak dapat disamakan dengan individu-individu lainnya. Seseorang individu juga
memerlukan sebuah pengakuan dari pihak lain tentang harga dirinya. Ia mempunyai
harga diri dan berkeinginan untuk selalu mempertahankan harga diri tersebut.
Menurut ahli psikologi perkembangan kehidupan pribadi manusia dipengaruhi oleh
faktor keturunan (pembawaan) dan faktor lingkungan (pengalaman).
Adapun kepribadian atau tingkah laku seseorang dipengaruhi oleh
proses perkembangan kehidupan sebelumnya dan dalam perjalanannya berinteraksi
dengan lingkungannya serta kejadian-kejadian saat sekarang. Kehidupan pribadi
yang mantap akan membentuk perilaku yang mantap pula, sehingga mampu memecahkan
berbagai permasalahan hidupnya.
Sebagai upaya pengembangan kehidupan pribadi dapat dilakukan
sebagai berikut:
1. Membiasakan hidup sehat,
teratur, serta efisien waktu, mengenal dan memahami nilai-nilai dan norma
sosial yang berlaku secara baik dan benar.
2. Mengerjakan tugas dan
pekerjaan sehari-hari secara mandiri dan penuh tanggung jawab.
3. Sering bersosialisasi dengan
masyarakat.
4. Melatih cara merespon
berbagai masalah dengan baik.
5. Menghindari sikap dan
tindakan yang bersifat lari dari masalah.
6. Disiplin, patuh, dan
tanggung jawab terhadap aturan hidup keluarga.
7. Melaksanakan peran sesuai
status dan tanggung jawab dalam kehidupan keluarga.
8. Berusaha dengan sungguh-sungguh
untuk meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan
bakat dan minat yang dimiliki, baik melalui pendidikan yang formal maupun
tidak.
Komentar
Posting Komentar