Sistem Evaluasi
Sistem
Evaluasi
Pengertian
Sistem Evaluasi
Sistem
evaluasi terdiri dari kata sistem dan evaluasi. Sistem ialah merupakan
sekelompok elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk
mencapai suatu tujuan. Sistem juga dapat diartikan sebagai sekumpulan elemen
yang saling berinteraksi dan bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan bersama.
Sedangkan evaluasi adalah suatu proses merencanakan, memeroleh dan menyediakan
informasi yang sangat amat diperlukan untuk membuat alternatif-alternatif
sebuah keputusan. Evaluasi tidak terbatas pada aktivitas teknis, melainkan juga
non-teknis. Ia digunakan dalam berbagai macam bidang, terutama dalam lingkup
perusahaan, proyek ataupun pekerjaan lain yang berhubungan dengan sistem nya.
Evaluasi juga dapat diartikan sebagai kegiatan mengumpulkan informasi tentang
kinerja manusia, sistem, atau alat yang kemudian digunakan untuk menentukan
alternatif terbaik dalam membuat sebuah keputusan. Sehingga dapat diartikan
bahwa sistem evaluasi merupakan suatu informasi suatu kegiatan terencana yang
bertujuan untuk memeriksa dan menilai sumber daya di dalam suatu organisasi
untuk mendapatkan hasil yang dibandingkan dengan menggunakan tolak ukur
tertentu untuk memperoleh hasil mengenai kinerja sumber daya dalam organisasi
tersebut.
Tujuan
Sistem Evaluasi Pembelajaran
Menurut Nana Sudjana (2017, hlm. 4), tujuan sistem
evaluasi pembelajaran adalah sebagai berikut :
1. Mendeskripsikan
kecakapan belajar para siswa sehingga dapat diketahui kelebihan dan
kekurangannya dalam berbagai bidang studi atau mata pelajaran yang ditempuhnya.
2. Mengetahui
keberhasilan proses pendidikan dan pengajaran di sekolah, yakni seberapa jauh
keefektifannya dalam mengubah tingkah laku para siswa ke arah tujuan pendidikan
yang diharapkan.
3. Menentukan
tindak lanjut hasil penilaian, yakni melakukan perbaikan dan penyempurnaan
dalam hal program pendidikan dan pengajaran serta strategi pelaksanaannya.
4. Memberikan
pertanggungjawaban dari pihak sekolah kepada pihak-pihak yang berkepentingan.
Fungsi
Evaluasi Pembelajaran
Adapun
fungsi evaluasi pembelajaran menurut Arifin (2017, hlm. 15) adalah sebagai
berikut :
1. Fungsi
formatif,
Yakni
untuk memberikan umpan balik kepada guru sebagai dasar untuk memperbaiki proses
pembelajaran dan mengadakan program remedial jika diperlukan bagi peserta didik.
2. Fungsi
sumatif,
Yaitu
menentukan nilai kemajuan atau hasil belajar peserta didik dalam mata pelajaran
tertentu, sebagai bahan untuk memberikan laporan kepada berbagai pihak,
penentuan kenaikan kelas, dan penentuan lulus tidaknya peserta didik.
3. Fungsi
diagnostik,
Yakni
untuk memahami latar belakang meliputi latar psikologis, fisik, dan lingkungan
peserta didik yang mengalami kesulitan belajar, yang hasilnya dapat digunakan
sebagai dasar dalam memecahkan kesulitan-kesulitan tersebut.
4. Fungsi
penempatan,
Yaitu
menempatkan peserta didik dalam situasi pembelajaran yang tepat (misalnya dalam
menentukan program spesialisasi) sesuai dengan tingkat kemampuan peserta didik.
Jenis
– Jenis Evaluasi dalam Pembelajaran
Hal
yang umum dilakukan adalah lewat penilaian atau pengukuran yang dilakukan oleh
pendidik atau guru terhadap perkembangan peserta didiknya. Membicarakan jenis
evaluasi sebetulnya sangatlah bergantung dari pembeda atau dikotomi apa yang
digunakan dalam membedakan jenisnya. Namun, pada umumnya evaluasi dalam pembelajaran
biasa dibagi dari segi teknik terlebih dahulu. Kemudian, masing-masing teknik
akan memiliki penilaian dan alat penilaian yang berbeda pula.
Menurut
(Arikunto, 2016, hlm. 41) Teknik evaluasi dibagi menjadi dua, yakni teknik tes
dan teknik non-tes. Berikut adalah penjelasannya :
1. Evaluasi
Tes
Tes
merupakan suatu alat pengumpul informasi, tetapi jika dibandingkan dengan
alat-alat yang lain, tes bersifat lebih resmi karena penuh dengan
batasanbatasan. Tes mempunyai fungsi ganda, yaitu untuk mengukur peserta didik
dan untuk mengukur keberhasilan program pengajaran. Evaluasi jenis tes sendiri
dapat dibagi setidaknya menjadi dua jenis, yakni: tes uraian (esai), dan tes
objektif. Berikut adalah pemaparannya.
a.
Tes Bentuk Uraian (Esai)
Disebut
bentuk uraian, karena menuntut peserta didik untuk menguraikan,
mengorganisasikan dan menyatakan jawaban dengan kata-katanya sendiri dalam
bentuk, teknik, dan gaya yang berbeda satu dengan lainnya. Dilihat dari luas
atau sempitnya materi yang dinyatakan, bentuk tes uraian dapat dibagi menjadi
dua jenis, yakni uraian terbatas dan uraian bebas
b.
Tes Objektif
Tes
objektif adalah pengukuran yang berdasarkan pada penilaian atas kemampuan siswa
dengan soal menjelaskan jawaban yang benar atau yang salah soal dengan bobot
nilai yang tetap. Dalam tes ini subjektivitas guru ketika melakukan pemberian
nilai tidak ikut ambil bagian atau ikut berpengaruh. Terdapat beragam macam tes
objektif meliputi beberapa jenis yaitu : Tes Pilihan Alternatif, Tes Pilihan
Ganda, Tes Objektif Menjodohkan, dan Tes Bentuk Benar atau Salah
2. Evaluasi
Non Tes
Menurut
Hasyim (dalam Zein & Darto, 2012, hlm.47) evaluasi non test adalah
penilaian yang mengukur kemampuan peserta didik secara langsung dengan
tugas-tugas yang riil. Evaluasi non tes memiliki sifat yang lebih komprehensif,
artinya dapat digunakan untuk menilai berbagai aspek dari individu sehingga
tidak hanya untuk menilai aspek kognitif, tetapi juga aspek afektif dan
psikomotorik, yang dinilai saat proses pelajaran berlangsung (Sudjana. 2017,
hlm. 67). Beberapa jenis evaluasi non tes menurut Arikunto (2016, hlm. 41) yaitu
Skala Bertingkat, Angket, Daftar Cocok, Wawancara, dan Pengamatan atau
Observasi.
Komentar
Posting Komentar